SATRIO, PAULUS BENI (2022) Tinjauan Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas Usaha Waralaba. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.
|
Text (Cover)
01. Cover_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (37kB) |
|
|
Text (Abstrak)
02. Abstrak_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (70kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (117kB) |
|
|
Text (BAB I)
05. Bab I_ Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (95kB) |
|
|
Text (BAB II)
06. Bab II_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (345kB) |
|
|
Text (BAB III)
07. Bab III_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (761kB) |
|
|
Text (BAB IV)
08. Bab IV_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (8kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
09. Daftar Pustaka_Paulus Beni Satrio_2301190513.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (141kB) |
Abstract
Waralaba merupakan salah satu model bisnis yang sedang berkembang saat ini sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1979. Proses bisnis waralaba ini cukup unik namun selalu terdapat perjanjian yang melibatkan pemberi waralaba (franchisor) dan penerima waralaba (franchisee) sebagai dua pihak yang bersepakat untuk menjalankan bisnis ini. Kekuatan merek yang sudah dikenal oleh target pasar dan sistem bisnis merupakan unsur penting dari bisnis ini, sehingga investor akan cenderung mencari franchisor yang sudah terpercaya. Tidak jarang juga pada praktiknya franchisee menyerahkan semua urusan bisnis termasuk perpajakan pada franchisornya. Selain itu, sejauh ini belum ada peraturan khusus atas perpajakan atas usaha waralaba dan beberapa perizinan terkait waralaba masih belum terintegrasi. Berangkat dari fenomena ini, maka berpotensi menimbulkan tax gap dimana potensi pajak seharusnya bisa lebih dimaksimalkan apalagi ditambah dengan tren perkembangan bisnis waralaba yang terus meningkat. Tujuan penulisan Karya Tulis Tugas Akhir ini adalah untuk meninjau pelaksanaan pemungutan dan pengenaan PPN pada rantai usaha waralaba. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode penelitian lapangan dan metode studi kepustakaan. Kedua metode ini ditujukan agar diperoleh pandangan menurut aturan tertulis dan literatur terkait dengan pelaksanaan dan kendala yang terjadi di lapangan. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder dimana data primer didapat penulis dari hasil wawancara dan data sekunder dari literatur serta dokumentasi. Pengenaan PPN pada usaha waralaba masih menjadi potensi pajak yang bisa dimaksimalkan terutama karena rantai bisnis waralaba mulai dari perjanjian waralaba hingga penjualan ke konsumen akhir kebanyakan adalah objek pengenaan PPN./ Franchising is a business model that is currently developing since it first entered Indonesia in 1979. The franchise business process is quite unique, but there is always an agreement involving the franchisor and the franchisee as two parties who agree to run this business. The strength of a brand that is already known by the target market and business systems are an important elements of this business, so investors will tend to look for a trusted franchisor. Sometimes, in practice, franchisee submit all the business matters including taxation to the franchisor. In addition, there has been no special regulation on taxation of franchise businesses yet and several licenses related to franchising are still not integrated. Starting from this phenomenon, it has the potential to create a tax gap where tax potential should be maximized, especially coupled with the growing trend of franchise business development. The purpose of writing this Final Essay (KTTA) are to review the implementation of the collection and imposition of VAT on the franchise business chain. Data collection methods used field research method and literature study method. These two methods are intended to obtain views according to written rules and literatures related to implementation and obstacles that occur in practice on the field. The collected data are primary and secondary data where primary data is obtained from the author’s interviews and secondary data from literatures and documentations. The imposition of VAT on franchise businesses is still a potential that can be maximized, especially because the business chain from franchise agreements until sales to final consumers are mostly the object of VAT imposition.
| Item Type: | Thesis (KTTA) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Franchisor, Franchisee, Perjanjian Waralaba, PPN, Waralaba, Franchisor, Franchisee, Franchise Agreement, VAT, Franchise |
| Subjects: | 300 – Social sciences > 330-339 Economics > 336 Public Finance > 336.2 Taxes dan Taxation PKN STAN Subject Area > Pajak Pertambahan Nilai |
| Divisions: | 61403 Diploma III Pajak |
| Depositing User: | Perpustakaan PKN STAN |
| Date Deposited: | 28 Mar 2023 03:17 |
| Last Modified: | 28 Mar 2023 03:17 |
| URI: | http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/1219 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

