Kemampuan Keuangan Daerah dalam Pemberian Hibah oleh Pemerintah Kabupaten/Kota pada Tahun 2020 (Studi pada Daerah Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Sukoharjo)

SA'BANILLAH W, TANSANIYA (2022) Kemampuan Keuangan Daerah dalam Pemberian Hibah oleh Pemerintah Kabupaten/Kota pada Tahun 2020 (Studi pada Daerah Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Sukoharjo). KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.

[img] Text (Cover)
01. Cover_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (90kB)
[img] Text (Abstrak)
02. Abstrak_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (152kB)
[img] Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (120kB)
[img] Text (BAB I)
05. Bab I_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (93kB)
[img] Text (BAB II)
06. Bab II_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (111kB)
[img] Text (BAB III)
07. Bab III_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (437kB)
[img] Text (BAB IV)
08. Bab IV_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (12kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
09. Daftar Pustaka_Tansaniya Sa'banillah W_4301190112.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (74kB)

Abstract

Setiap pemerintah daerah memiliki kepala daerah dan wakil yang dipilih langsung oleh rakyat dalam satu pasangan calon. Pemilihan umum kepala daerah dan wakil “pilkada” merupakan salah satu wujud desentralisasi fiskal. Setiap daerah wajib menganggarkan dana hibah pemilu untuk KPU, Bawaslu, Polres, dan Kodim untuk penyelenggaraan pilkada. Seperti halnya, kabupaten/kota di Jawa Tengah pada tahun 2020 yang menyelenggaran pilkada serentak. Tiga diantaranya meliputi Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Purworejo, dan Kota Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas keuangan dan dampak hibah terhadap kemampuan di tiga daerah tersebut dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis diagram pohon. Berdasarkan data yang diperoleh, ketiga daerah tersebut masih belum mampu membiayai pengeluaran hibah ini. Terlihat dari kapasitas fiskal daerah dan kemandirian keuangan daerah yang masih rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari tiga daerah tersebut, Kota Magelang memiliki kemandirian fiskal daerah yang paling tinggi tetapi indeks kapasitas fiskal daerah paling rendah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa: 1) Masalah utama penelitian ini adalah ketidakmampuan daerah melakukan belanja hibah pilkada. 2) Penyebab masalah utama dalam penelitian ini karena kapasitas fiskal daerah rendah, total belanja hibah pilkada tinggi, serta IPM dan PDRB per kapita rendah. 3) Efek dari masalah utama yaitu pengurangan pos belanja hibah daerah, pergeseran pengalokasian dana, dan kebutuhan pelaksanaan “pilkada” perlu dukungan peralatan dari Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, diperlukan perubahan paradigma agar tidak membebani daerah dan menimbulkan kontra-produksi bagi ketiga daerah tersebut./ Each regional government has a regional head and deputy who are directly elected by the people in one pair of candidates. The general election for regional heads and representatives “pilkada” is one form of fiscal decentralization. Each region is obliged to budget election grant funds to the KPU, Bawaslu, Polres, and Kodim for the implementation of the pilkada. As is the case, districts/cities in Central Java in 2020 are holding simultaneous local elections. Three of them are Sukoharjo Regency, Purworejo Regency, and Magelang City. This research aims to analyze the financial capacity and impact of grants on capacity in the three areas using quantitative and qualitative methods. The data obtained were then analyzed using tree diagram analysis. Based on the data obtained, the three regions are still unable to finance the expenditure of this grant. It can be seen from the regional fiscal capacity and regional financial independence which are still low. The results of this research indicate that of the three regions, Magelang City has the highest regional fiscal independence but the lowest regional fiscal capacity index. Therefore, it can be concluded that: 1) The main problem of this research is the inability of the regions to spend on pilkada grants. 2) The main problem in this research is the low fiscal capacity of the regions, the high total expenditure on regional election grants, and the low HDI and GRDP per capita. 3) The effect of the main problem, namely the reduction of regional grant expenditures, shifts in the allocation of funds, and the need for the implementation of “pilkada” requires equipment support from the Central Government. Therefore, a paradigm shift is needed so as not to burden the regions and cause counter-production for the three regions.

Item Type: Thesis (KTTA)
Uncontrolled Keywords: Belanja Hibah, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Kemampuan Keuangan Daerah, Analisis Diagram Pohon, Grant Spending, Regional Head Elections Regional Financial Capacity, Tree Diagram Analysis
Subjects: 300 – Social sciences > 350-359 Public Administration and Military Science > 352.4 Financial of Public Administration
PKN STAN Subject Area > Pengelolaan Utang dan Hibah
Divisions: 61409 Diploma III Kebendaharaan Negara
Depositing User: Perpustakaan PKN STAN
Date Deposited: 24 Nov 2022 08:33
Last Modified: 24 Nov 2022 08:33
URI: http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/604

Actions (login required)

View Item View Item