ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DENGAN RASIO CAMEL PADA BANK SYARIAH INDONESIA

Malihah, Raihana Putri (2022) ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DENGAN RASIO CAMEL PADA BANK SYARIAH INDONESIA. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.

[img] Text (Cover)
01. Cover_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (39kB)
[img] Text (Abstrak)
02. Abstrak_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (98kB)
[img] Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (62kB)
[img] Text (Bab I)
05. Bab I_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (178kB)
[img] Text (Bab II)
06. Bab II_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (404kB)
[img] Text (Bab III)
07. Bab III_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (413kB)
[img] Text (Bab IV)
08. Bab IV_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (72kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
09. Daftar Pustaka_Raihana Putri Malihah_1302191215.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (38kB)

Abstract

Abstrak Penggabungan atau merger yang terjadi pada Bank Syariah BUMN yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) membawa dampak terhadap kinerja serta eksistensi perbankan. Secara umum, perbankan memiliki peranan yang sangat penting dalam kegiatan perekonomian sehingga upaya menjaga kondisi keuangan yang dihasilkan agar tetap prima merupakan salah satu agenda penting yang harus dilakukan oleh perbankan. Salah satunya dengan dilakukan merger untuk meningkatkan kesehatan bank dan memberikan peluang terhadap lembaga keuangan perbankan agar terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, menilai serta membandingkan tingkat kesehatan dan kinerja keuangan bank yang dihasilkan oleh Bank Syariah Indonesia baik sebelum dan sesudah dilakukan merger. Penelitian ini menggunakan metode analisis rasio CAMEL sebagai alat untuk menganalisis serta membandingkan tingkat kesehatan dan kinerja keuangan bank yang dihasilkan oleh Bank Syariah Indonesia. Komponen rasio CAMEL yang digunakan adalah rasio CAR (indikator analisis permodalan), NPF (indikator analisis pembiayaan bermasalah), BOPO (indikator penilaian rentabilitas), ROA (indikator analisis rentabilitas), dan FDR (indikator analisis likuiditas). Ruang lingkup data laporan keuangan yang digunakan di dalam penelitian adalah laporan keuangan periode tahun 2020 dan 2021. Hasil menunjukkan bahwa sebelum merger Bank Mandiri Syariah dan Bank Negara Indonesia Syariah memiliki kinerja keuangan yang lebih efisien dan tergolong “sehat”. Bank Rakyat Indonesia Syariah memiliki kemampuan manajemen bank dalam mengelola labanya masih rendah (ROA 0,8%) serta sedikit agresif dalam menyalurkan pembiayaan (FDR 79,97%). Namun demikian, secara keseluruhan dari masing-masing penilaian ketiga bank tersebut masih masuk pada kategori “sehat”. Begitu pun setelah merger, Bank Syariah Indonesia masih termasuk predikat “sehat”. Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perubahan kondisi keuangan yang signifikan terhadap aksi korporasi yang dilakukan oleh ketiga bank syariah BUMN tersebut. Kata kunci: Merger, bank syariah, kinerja keuangan, tingkat kesehatan bank, rasio CAMEL Abstract The merger that occurs in state-owned sharia banks, namely Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah into Bank Syariah Indonesia (BSI) have an impact on banking performance and existence. In general, banks have an important role in economic activities so that efforts to maintain the resulting financial condition in order to remain healthy is one of the important agendas that must be carried out by banks. One of them is by conducting mergers to improve the health of banks and provide opportunities for banking financial institutions to grow. This study aims to analyze, assess and compare the financial health and financial performance of Bank Syariah Indonesia before and after merger. This study uses the CAMEL used are the CAR (capital analysis indicator), NPF (non-performing financing analysis indicator), BOPO (profitability assessment indicator), ROA (profitability analysis indicator), and FDR (liquidity analysis indicator). The results show that before the merger, Bank Mandiri Syariah and Bank Negara Indonesia Syariah had more efficient financial performance and were classified as "healthy". Bank Rakyat Indonesia Syariah has the ability of bank management in managing its profits which is still low (ROA 0.8%) and is slightly aggressive in distributing financing (FDR 79.97%). However, the overall assessment of each of the three banks is still in the "healthy" category. Likewise, after the merger, Bank Syariah Indonesia is still categorized as "healthy". So, it can be said that there is no significant change in financial condition of the corporate actions carried out by the three BUMN Islamic banks. Keywords: Merger, bank sharia, financial performance, financial health of bank, CAMEL ratios

Item Type: Thesis (KTTA)
Subjects: 600 – Technology (Applied Sciences) > 650-659 Management and Auciliary Service > 657 Accounting
PKN STAN Subject Area > Akuntansi Keuangan
Divisions: 62401 Diploma III Akuntansi
Depositing User: Perpustakaan PKN STAN
Date Deposited: 18 Sep 2025 03:00
Last Modified: 18 Sep 2025 03:00
URI: http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/2660

Actions (login required)

View Item View Item