ANALISIS TRANSAKSI DAN PENGAKUAN PENDAPATAN NON TUNAI UANG ELEKTRONIK

Iqbal, Maulana (2023) ANALISIS TRANSAKSI DAN PENGAKUAN PENDAPATAN NON TUNAI UANG ELEKTRONIK. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.

[img] Text (Cover)
01. Cover_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (225kB)
[img] Text (Abstrak)
02. Abstrak_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (240kB)
[img] Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (42kB)
[img] Text (Bab I)
Bab I_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (89kB)
[img] Text (Bab II)
Bab II_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (23kB)
[img] Text (Bab III)
Bab III_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU LGPL (Software).

Download (125kB)
[img] Text (Bab IV)
Bab IV_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (8kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka_Maulana Iqbal_1302190897.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (79kB)

Abstract

ABSTRAK Sistem pembayaran terus berkembang seiring dengan evolusi uang sebagai alat pembayaran dengan inovasi teknologi, tradisi masyarakat dan kebijakan yang ada sebagai unsur penggeraknya. Salah satu kemajuan teknologi pada sistem pembayaran adalah uang elektronik yang marak dipakai untuk pembayaran transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis transaksi pendapatan non tunai pada PT Kereta Commuter Indonesia dan menganalisis kesesuaiannya dengan standar yang berlaku yaitu PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis transaksi pendapatan non tunai pada PT Kereta Commuter Indonesia yaitu transaksi menggunakan tiket THB, transaksi menggunakan tiket KMT, dan transaksi menggunakan kartu uang elektronik bank dan QR Code. Dalam transaksi menggunakan tiket THB dan KMT, kas yang diterima perusahaan saat pembelian tiket dan saat pelanggan melakukan top-up digolongkan menjadi utang deposit kepada pelanggan; untuk tiket THB, pendapatan diakui saat melakukan gate-in karena rencana perjalanan pelanggan sudah tertera di awal saat pembelian tiket; untuk tiket KMT, perusahaan baru melakukan pengakuan pendapatan saat gate-out karena pelanggan belum menentukan tujuan perjalanannya saat gate-in. Kemudian untuk transaksi menggunakan kartu uang elektronik bank dan QR-Code sama seperti tiket KMT, hanya saja perusahaan tidak mengelola saldo yang terdapat pada kartu uang elektronik tersebut. Standar yang digunakan dalam pengakuan pendapatan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. PT Kereta Commuter Indonesia telah menggunakan 5 tahapan dalam pengakuan pendapatan yaitu mengidentifikasi kontrak, mengidentifikasi kewajiban, menentukan harga transaksi, mengalokasikan harga ke setiap kewajiban, dan mengakui pendapatan. Kata Kunci: Non Tunai, Uang Elektronik, Pengakuan Pendapatan. ABSTRACT The payment system has been evolving alongside the evolution of money as a means of payment, driven by technological innovations, societal traditions, and existing policies. One notable technological advancement in the payment system is the use of electronic money, which has become increasingly popular for public transportation payments. This study aims to identify the types of non-cash revenue transactions at PT Kereta Commuter Indonesia and analyze their compliance with the applicable standard, namely PSAK 72 on Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. The research adopts a qualitative approach, gathering data through interviews, observations, and literature reviews.The findings reveal three types of non cash revenue transactions at PT Kereta Commuter Indonesia: transactions using THB tickets, transactions using KMT tickets, and transactions using bank electronic money cards and QR codes. In the case of THB and KMT ticket transactions, the cash received by the company during ticket purchases and customer top-ups is classified as a deposit liability to customers. For THB tickets, revenue recognition occurs at gate-in because the customer's travel plan is already specified at the time of ticket purchase. For KMT tickets, the company recognizes revenue only at gate-out because customers have not determined their travel destination at gate-in. Similarly, for transactions using bank electronic money cards and QR codes, revenue recognition follows the same principle as KMT tickets. However, the company does not manage the balance on the electronic money card. The standard used for revenue recognition is Financial Accounting Standards (PSAK) No. 72 on Revenue from Contracts with Customers. PT Kereta Commuter Indonesia follows a five-step process for revenue recognition, which involves identifying the contract, identifying obligations, determining the transaction price, allocating the price to each obligation, and recognizing revenue. Keywords: Cashless, E-Money, Revenue Recognition.

Item Type: Thesis (KTTA)
Subjects: 600 – Technology (Applied Sciences) > 650-659 Management and Auciliary Service > 657 Accounting
PKN STAN Subject Area > Akuntansi Keuangan
Divisions: 62401 Diploma III Akuntansi
Depositing User: Perpustakaan PKN STAN
Date Deposited: 16 Sep 2025 03:53
Last Modified: 16 Sep 2025 03:53
URI: http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/2625

Actions (login required)

View Item View Item