Tinjauan atas Pelaksanaan Crash Program pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tangerang II

Istiqomah, Nur (2023) Tinjauan atas Pelaksanaan Crash Program pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Tangerang II. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.

[img] Text (Cover)
01. Cover_Nur Istiqomah_3082210080.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (40kB)
[img] Text (Abstrak)
02. Abstrak_Nur Istiqomah_3082210080.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (120kB)
[img] Text
Karya ini tidak dapat diunggah secara keseluruhan maupun sebagian atas permintaan pengarang.pdf

Download (44kB)

Abstract

Abstrak Crash Program adalah program pemerintah berupa pemberian keringanan utang dalam rangka optimalisasi penyelesaian piutang. Program ini diadakan dalam rangka membantu meringankan beban utang debitur sekaligus sebagai percepatan penyelesaian piutang negara dan mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan Crash Program dibandingkan dengan peraturan yang berlaku dengan objek penelitian yaitu KPKNL Tangerang II. Penelitian ini juga meninjau upaya KPKNL Tangerang II dalam meningkatkan capaian Crash Program, kendala yang dihadapi, dan pengaruh pelaksanaan Crash Program terhadap total outstanding piutang dan total pelunasan debitur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPKNL Tangerang II telah melaksanakan Crash Program 2021 dan Crash Program 2022 sesuai dengan peraturan yang berlaku di PMK Nomor 15/PMK.06/2021 dan PMK Nomor 11/PMK.06/2022. Untuk meningkatkan capaian Crash Program, KPKNL Tangerang II telah melakukan berbagai upaya berupa menyampaikan surat pemberitahuan kepada debitur, melakukan sosialisasi dengan penyerah piutang, memasang banner dan spanduk terkait Crash Program, menyebarkan informasi melalui media sosial, dan dengan melakukan kunjungan langsung kepada debitur. Kendala yang dihadapi KPKNL Tangerang II adalah surat pemberitahuan terkait Crash Program tidak sampai kepada debitur dan adanya pandemi Covid-19. Untuk mengatasinya, dilakukan penyebarluasan informasi melalui media sosial dan menghubungi secara personal kepada Debitur yang dapat dihubungi serta melakukan operasi “Jemput Bola”. Pelaksanaan Crash Program 2021 diikuti oleh 8 debitur dan menurunkan total outstanding piutang sebesar Rp1.063.368.472,00. Adapun pelaksanaan Crash Program 2022 diikuti oleh 13 debitur dan menurunkan total outstanding piutang sebesar Rp336.346.802,00. Kata kunci: pemulihan ekonomi nasional, keringanan utang, crash program, piutang negara, debitur Abstract The crash program is a government program of leniency in order to optimize the settlement of state’s receivables. This program was held in order to ease the debtor's load of debt and as an accelerated settlement of state’s receivables and support the Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) program. This research aims to review the implementation of the Crash Program compared with the applicable regulations with the object of research is KPKNL Tangerang II. This research also reviews the effort of KPKNL Tangerang II in improving the achievement of the Crash Program, the obstacles faced, and the effect of the Crash Program on total outstanding state’s receivables and total repayment of debtors. The results showed that KPKNL Tangerang II has implemented the 2021 Crash Program and 2022 Crash Program in accordance with applicable regulations in PMK Number 15/PMK.06/2021 and PMK Number 11/PMK.06/2022. To improve the achievement of the Crash Program, KPKNL Tangerang II has made various efforts in the form of delivering notification letters to debtors, conducting socialization with creditor, installing banners related to the Crash Program, disseminating information through social media, and by making direct visits to debtors. The obstacle faced by KPKNL Tangerang II is that the notification letter related to the Crash Program does not reach the debtor and the occurrence of the Covid-19 pandemic. To overcome this, KPKNL Tangerang II disseminates information through social media and contacts personally to the debtor who can be contacted and conducts "Jemput Bola" operations. The implementation of the 2021 Crash Program was attended by 8 debtors and reduced the total outstanding of state’s receivables by IDR 1,063,368,472.00. The implementation of the 2022 Crash Program was attended by 13 debtors and reduced the total outstanding of state’s receivables by IDR 336,346,802.00. Keywords: national economic recovery, debt relief, crash program, state’s receivables, debtors

Item Type: Thesis (KTTA)
Subjects: PKN STAN Subject Area > Pengelolaan Keuangan Negara
Divisions: 62401 Diploma III Akuntansi
Depositing User: Perpustakaan PKN STAN
Date Deposited: 09 Jan 2025 08:31
Last Modified: 09 Jan 2025 08:31
URI: http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/2490

Actions (login required)

View Item View Item