Analisis Penerapan PSAK 26 tentang Biaya Pinjaman pada Perusahaan BUMN di Sub Sektor Konstruksi dan Bangunan

PUTRI, MEI RIANA EKA (2022) Analisis Penerapan PSAK 26 tentang Biaya Pinjaman pada Perusahaan BUMN di Sub Sektor Konstruksi dan Bangunan. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.

[img] Text (Cover)
01. Cover_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (18kB)
[img] Text (Abstrak)
02. Abstrak_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (68kB)
[img] Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (120kB)
[img] Text (Bab I)
05. Bab I_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (93kB)
[img] Text (Bab II)
06. Bab II_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (58kB)
[img] Text (Bab III)
07. Bab III_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (817kB)
[img] Text (Bab IV)
08. Bab IV_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (3kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
09. Daftar Pustaka_Mei Riana Eka Putri_1302190848.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (253kB)

Abstract

Abstrak Penerapan akuntansi biaya pinjaman atas aset suatu perusahaan sangat krusial mengingat pemanfaatan pembiayaan dapat meningkatkan aset tetap perusahaan demi menunjang perolehan laba dan peningkatan kinerja perusahaan. Namun disisi lain, ada kemungkinan ketidakpatuhan perusahaan dalam mengkapitalisasi biaya pinjaman yang seharusnya diakui sebagai beban. Informasi terkait biaya pinjaman akan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan perusahaan, yang nantinya akan dimanfaatkan oleh pengguna laporan keuangan sebagai informasi terkait biaya pinjaman. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan standar akuntansi terhadap biaya pinjaman berdasarkan PSAK 26. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan PSAK 26 atas pengakuan, penyajian, dan pengungkapan biaya pinjaman dalam laporan keuangan perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan tersebut ialah PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Penulis menggunakan metode studi kepustakaan dalam mengumpulkan data terkait penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang telah menerapkan perlakuan akuntansi biaya pinjaman yang sesuai dengan PSAK 26, sedangkan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk belum menerapkan perlakuan akuntansi yang sesuai dengan PSAK 26 tentang biaya pinjaman. / The application of borrowing cost accounting for a company’s assets is very crucial, considering that the use of financing can increase the company’s fixed assets in order to support profit acquisition and increase company performance. But on the other hand, there is a possibility of the company’s non-compliance in capitalizing borrowing costs that should be recognized as an expense. Information related to borrowing costs will be disclosed in the company’s finansial statements which will be used by the users of finansial statements as an information that related to borrowing costs. Therefore, companies need to apply accounting standards for borrowing cost based on PSAK 26. This study aims to analyze the apllication of PSAK 26 on the recognition, presentation, and disclosure of borrowing costs in the financial statements of cosntruction companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). The companies are PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, and PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. The author uses the literature study method in collecting data related to research. The result showed that PT Pemabngunan Perumahan (Persero) Tbk and PT Waskita Karya (Persero) Tbk has applied borrowing cost accounting standard based on PSAK 26, while PT Adhi Karya (Persero) Tbk and PT Wijaya Karya (Persero) Tbk have not applied accounting standard based on PSAK 26 regarding borrowing costs.

Item Type: Thesis (KTTA)
Uncontrolled Keywords: biaya pinjaman, kapitalisasi, perusahaan konstruksi, avoidable interest, aset kualifikasian, borrowing cost, capitalization, construction company, avoidable interest, qualifying assets.
Subjects: 600 – Technology (Applied Sciences) > 650-659 Management and Auciliary Service > 657 Accounting
PKN STAN Subject Area > Akuntansi Keuangan
Divisions: 62401 Diploma III Akuntansi
Depositing User: Perpustakaan PKN STAN
Date Deposited: 10 Aug 2023 08:28
Last Modified: 10 Aug 2023 08:28
URI: http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/1889

Actions (login required)

View Item View Item