Studi Komparatif Penerapan Voluntary Disclosure Program di Indonesia, Malaysia, dan Singapura

VIENTINO, M. SYAHFATRAS (2022) Studi Komparatif Penerapan Voluntary Disclosure Program di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.

[img] Text (Cover)
01. Cover_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (29kB)
[img] Text (Abstrak)
02. Abstrak_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (9kB)
[img] Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (71kB)
[img] Text (BAB I)
05. Bab I_ M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (22kB)
[img] Text (BAB II)
06. Bab II_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (165kB)
[img] Text (BAB III)
07. Bab III_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (328kB)
[img] Text (BAB IV)
08. Bab IV_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (11kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
09. Daftar Pustaka_M. Syahfatras Vientino_2301190214.pdf
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (148kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang komparasi penerapan Voluntary Disclosure Program di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mekanisme pelaksanaan VDP di ketiga negara, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan VDP di ketiga negara, serta rekomendasi pelaksanaan VDP di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif berupa penelitian kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan mekanisme pelaksanan VDP di ketiga negara. Indonesia menggunakan mekanisme pengungkapan berupa harta yang belum diungkap pada periode tertentu, sementara Malaysia menggunakan mekanisme pengungkapan semua kewajiban yang belum dilunasi, dan Singapura menggunakan mekanisme pengungkapan kegiatan ekspor impor. Kelebihan mekanisme yang digunakan Indonesia adalah adanya pembedaan tarif pengampunan antara peserta Tax Amnesty dan bukan peserta Tax Amnesty. Sedangkan kelebihan mekanisme Malaysia dan Singapura berada pada basis pengungkapan yang lebih luas dibanding Indonesia. Terbatasnya basis pengungkapan menjadi kekurangan bagi Indonesia, dan durasi program yang lama menjadi kekurangan bagi Malaysia dan Singapura. Sehingga penulis merekomendasikan pemerintah Indonesia dapat mempertimbangkan untuk memperluas basis pengungkapan serta membagi VDP menjadi 2 fase penerapan yang berbeda./ This study discusses the comparative implementation of the Voluntary Disclosure Program in Indonesia, Malaysia, and Singapore. This study aims to determine the differences in the VDP implementation mechanism in the three countries, the advantages and disadvantages of VDP implementation in the three countries, as well as recommendations for VDP implementation in Indonesia. The research method used in this research is to use qualitative methods in the form of library research. The results of this study conclude that there are differences in the mechanism for implementing VDP in the three countries. Indonesia uses a disclosure mechanism in the form of assets that have not been disclosed in a certain period, while Malaysia uses a disclosure mechanism for all outstanding obligations, and Singapore uses a disclosure mechanism for export-import activities. The advantage of the mechanism used by Indonesia is the difference in pardon rates between Tax Amnesty participants and non-Tax Amnesty participants. Meanwhile, the advantages of the Malaysian and Singaporean mechanisms are on a wider basis of disclosure than in Indonesia. The limited disclosure base is a drawback for Indonesia, and the long program duration is a drawback for Malaysia and Singapore. So the author recommends that the Indonesian government consider expanding the disclosure base and dividing the VDP into 2 different phases of implementation.

Item Type: Thesis (KTTA)
Uncontrolled Keywords: Voluntary Disclosure Program, VDP Implementation Mechanism, Tax Amnesty, Incentive, Voluntary Disclosure Program, Mekanisme Pelaksanaan VDP, Tax Amnesty, Insentif
Subjects: 300 – Social sciences > 330-339 Economics > 336 Public Finance > 336.24 Income Taxes
PKN STAN Subject Area > Pajak Penghasilan (PPh)
Divisions: 61403 Diploma III Pajak
Depositing User: Perpustakaan PKN STAN
Date Deposited: 15 Jun 2023 04:36
Last Modified: 15 Jun 2023 04:36
URI: http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/1643

Actions (login required)

View Item View Item