Prebawa, Putu Arya Wahyu (2022) Tinjauan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Pelaku E-commerce untuk Usaha Fashion dan Produk Kecantikan. KTTA thesis, Politeknik Keuangan Negara STAN.
|
Text (Cover)
01. Cover_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (1MB) |
|
|
Text (Abstrak)
02. Abstrak_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (11kB) |
|
|
Text (Daftar Isi)
03. Daftar Isi_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (391kB) |
|
|
Text (BAB I)
05. Bab I_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (134kB) |
|
|
Text (BAB II)
06. Bab II_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (170kB) |
|
|
Text (BAB III)
07. Bab III_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Restricted to Registered users only Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (785kB) |
|
|
Text (BAB IV)
08. Bab IV_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (22kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
09. Daftar Pustaka_Putu Arya Wahyu Prebawa_2301190327.pdf Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike. Download (127kB) |
Abstract
Transasksi online di indonesia terus berkembang setiap tahunnya, pada tahun 2020 transaksi e-commerce tumbuh 23,11% yoy dan didominasi oleh konsumen usia muda dengan pilihan utama produk fashion dan kecantikan. Peningkatan tersebut menyebabkan potensi perpajakan dari transaksi e-commerce menjadi tinggi. Di daerah Bali, melalui hasil webscraping Shopee dan Tokopedia terdapat 1.244 toko yang setidaknya memiliki omzet 50 juta rupiah perbulannya. Tetapi, peningkatan transaksi tidak berjalan beriringan dengan tingkat kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pajak, proses bisnis, dan kendala yang dihadapi wajib pajak orang pribadi pelaku e-commerce usaha fashion dalam pemenuhan kewajiban pajaknya. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui upaya dan hambatan dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singaraja dan Kanwil DJP Bali. Penelitian ini membatasi ruang lingkup penelitian di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer yang terdiri dari metode wawancara dan observasi serta data skunder melalui studi literatur dan data DJP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepatuhan wajib pajak orang pribadi pelaku e-commerce pada KPP Pratama Singaraja cukup rendah dengan proses bisnis yang dapat dibagi menjadi dua yaitu pengusaha eceran dan produksi mandiri. Kendala tersebut diakubatkan oleh lemahnya paksaan pemenuhan kewajiban pajak, kurangnya pemahaman, dan presepsi buruk mengenai pajak. Beberapa upaya telah dilakukan oleh Kanwil DJP Bali dan KPP Pratama Singaraja dengan pemanfaatan data Eksternal, Internal, dan data Lainnya, upaya belum mencapai tahap ekstensifikasi. Kendala yang dihadapi petugas pajak meliputi keterbatasan data, keterbatasan alat dan metode untuk mengumpulkan data, prioritas pekerjaan, dan batas daluwarsa penagihan./ Online transactions in Indonesia continue to grow every year, in 2020 e-commerce transactions grew 23.11% yoy. Dominated by young consumers with the fashion and beauty products dominated the transaction. This increase causes the tax potential of e-commerce transactions to increase. In Bali, through webscraping in Shopee and Tokopedia, there are 1,244 stores that has gross sales at least 50 million rupiah per month. However, the increase in transactions does not go hand in hand with the tax compliance. This study aims to determine tax compliance, business processes, and the obstacles faced by individual taxpayers in fulfilling their tax obligations. This study also aims to determine the efforts and obstacles faced by Kantor Pelayanan Pajak Pratama Singaraja and Kantor Wilayah DJP Bali. This study limits the scope of the research in Singaraja City, Buleleng Regency, Bali Province. This study uses qualitative approach with primary data sources consisting of interview and observation methods, this study also use secondary data through literature studies and data from DJP. The conclusion of this study is the compliance of individual taxpayers at KPP Pratama Singaraja is quite low, with business processes that can be divided into two category, namely retail entrepreneurs and independent production. This low level of tax compliance caused by weak coercion to fulfill tax obligations, lack of understanding, and bad perceptions of taxes. Several efforts have been made by Kanwil DJP Bali and KPP Pratama Singaraja by utilizing external, internal and other data. efforts have not yet reached the extensification stage. The obstacle faced by tax officials include limited data, limited tools and methods for collecting data, priority of work, and billing expiration dates.
| Item Type: | Thesis (KTTA) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | e-commerce, Tax income, Tax complience, Directorate General of Taxes, tax potential, e-commerce, pajak penghasilan, kepatuhan pajak, upaya DJP, potensi pajak |
| Subjects: | 300 – Social sciences > 330-339 Economics > 336 Public Finance > 336.24 Income Taxes PKN STAN Subject Area > Pajak Penghasilan (PPh) |
| Divisions: | 61403 Diploma III Pajak |
| Depositing User: | Perpustakaan PKN STAN |
| Date Deposited: | 05 Jun 2023 04:13 |
| Last Modified: | 05 Jun 2023 04:13 |
| URI: | http://eprints.pknstan.ac.id/id/eprint/1498 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

